Kamis, 25 April 2013

Resensi Buku 10 jurus terlarang



1.Judul Resensi          : “Langkah Gila Menjadi Pembisnis Sukses”

2.Data Buku
a.       Judul buku      : “10 Jurus Terlarang! Kok Masih mau Bisnis Cara Biasa?”
b.      Pengarang       : Ippho Santosa
c.       Penerbit           : PT.Elex Media Komputindo
d.      Tahun Terbit    : Juni 2007
e.       Tebal Buku      : 144 halaman
f.       Harga Buku     : Rp.35.000

3.Pendahuluan Resensi
a.       Tentang Pengarang
   Setelah berkarir sebagai marketer di Malaysia dan Indonesia,Kemudian Ippho Santosa mendirikan dam menjalankan Enter Trend Training,di mana puluhan ribu orang dan ratusan perusahaan  di Indonesia dan Singapura telah menjadi perserta pelatihan seminarnya.Kini,Publik dan media massa mengenalnya sebagai:
·         Pakar otak kanan
·         Penulis buku-buku mega-best seller
·         Pembicara seminar di Indonesia dan Singapura
·         Penerima MURI Award
·         Pendiri TK dan PG Khalifah
·         Kontributor di Enter Trend, InspirAction, EntrepreneurUniversity, Entrepreneur Association, Young Entrepreneur Academy, Universitas Internasional Batam, dan berbagai media massa.

      









Ia menulis belasan buku bisnis dan motivasi,yang mempengaruhi jutaan orang di dalam dan luar negeri.Dua buku masing-masing ia tulis bersama dengan Tantowi Yahya (2006) dan Aa Gym (2005).Bulu-bukunya yang paling laris,selalu diseminarkan,dan menjadi seri otak kanan adalah:
·         13 Wasiat Terlarang! Dashyat dengan Otak Kanan
·         Marketing Is Bullshit...Meledakkan Profit dengan Kreativitas dan Otak Kanan
·         Muhammad Sebagai Pedagang :Akhirnya Terbongkar Juga Pelajaran-Pelajaran Tersenbunyi dari Sang Khalifah tentang Otak Kanan,Entrepreneurship dan Kekayaan
·         7 Keajaiban Rezeki:Rezeki Bertambah Berubah Dalam Waktu 99 Hari Dengan Otak Kanan (Masterpiece with 100% Money-Back Guarantee dan Bonus Langsung Rp.1.350.000)

4.Pembahasan Resensi
a.       Tentang Buku
     Buku ke-7 dari sang penulis megabest-seller, Ippho Santosa, 10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bisnis Cara Biasa?

b.      Sinopsis Buku
Jurus pertama, memulai dengan yang kanan. Ippho mengajak pembaca memaksilkan peran otak kanan. Pakar psikologi Daniel Goleman hemisfer otak kanan merupakan otak emosional. Ini terkait dengan kecerdasan emosional (EQ) dan dekat dengan daya intuitif, kreatif, dan ekstensif.  Sementara, otak kiri merupakan otak rasional yang memuat daya analisis, kalkulasi, dan perincian. Mayoritas orang kuat otak kirinya. Sementara, mereka yang kuat otak kanannya boleh dibilang minoritas. Justru di dalam suatu yang tidak mengikuti arus besar (mainstream) inilah ‘kegilaan’ itu berada.



Seorang pebisnis yang visioner berani menggunakan intuisinya.Sering terjadi petunjuk-petunjuk bisnis di pasar tidak komplit. Intuisi sangat berperan di sini. Selain itu, kreativitas menjadi penting. Guru pemasaran Philip Kotler mengakui ampuhnya kreativitas dalam marketing jeniusnya. Terakhir, satu kemampuan otak kanan adalah berpikir meluas. Seorang pebisnis butuh gambaran meluas tentang bisnisnya, impiannya, dan visinya.
Jurus kedua, keberanian memiliki impian dan mengeksekusinya dalam tindakan. Ippho memaparkan beberapa teladan bisnis-bisnis maupun penemuan besar yang lahir dari sebuah impian. Sebut saja Walt Disney dengan Disneyland, Einstein dengan Teori Relativitasnya, Wright bersaudara dengan khayalan pesawat terbangnya. Tapi, impian akan tinggal impian bila tidak ada aksi. Untuk itu, Ippho membuat rumusan DNA, dream and action.
Jurus ketiga, terjun seperti rollercoaster. Ippho mengajak orang menyiasati kegagalan. Pebisnis tidak akan maju jika tidak berani gagal. Kegagalan itu bumbu dalam bisnis. Donald Thrump dan Robert Kiyosaki pernah pailit. Tapi, mereka cukup ‘keras kepala’ untuk meratapi kegagalan. Layaknya rollercoaster, bisnis mereka harus kembali naik.
Jurus keempat, berdamai dengan badai. Sering kali orang menemukan kelemahan dalam bisnisnya dan ia cenderung memilih meratapi ketimbang bangkit. John Foppe, seorang yang dilahirkan dalam keadaan tidak berlengan mampu mengatasi kelemahannya. Ia mampu mengendarai mobil pada usia 16 tahun. Kini, ia populer sebagai motivator kawakan di Zig Ziglar Corporation. Kuncinya tak lain adalah passion.
Jurus kelima, duduk sama rendah. Semangat kebersamaan dan kerjasama tim jadi penting dalam bisnis. Ippho menyebutnya dengan team in love. Cinta (love) di sini diurai berdasarkan opini Sigmund Freud yang membagi cinta dalam 4 unsur, yakni hormat (respect), perhatian (care), tanggung jawab (responsibility), dan pengetahuan (knowledge). Empat unsur ini penting dimiliki oleh seorang pebisnis.


Jurus keenam, gantilah gelar dan jabatan. Personal branding sangat penting dalam membuka relasi bisnis. Caranya bisa sangat nyentrik. Ippho memberi tips langkah gila membuat gelar. Termasuk langkah gila memanfaatkan dan menebar kartu nama untuk membangun jejaring bisnis. Tom Peters berpendapat kartu nama itu tak ubahnya seperti kemasan. Sedikit banyak dapat menentukan apakah produk layak dipercaya atau tidak. Satu lagi, Ippho mengajak bagaimana secara gila menyapa pelanggan agar bisa ‘terbuai’ pada tujuan bisnis kita.
Jurus ketujuh, masuk surga paling dulu. Dengan judul lucu ini, Ippho mau mengajak orang bermental pengusaha maupun pemimpin. Seorang pengusaha akan membuka peluang kerja. Seorang pemimpin yang bijak akan menciptakan pemimpin di bawahnya. Dengan begitu, pondasi bisnis akan semakin kokoh. Ippho juga menawarkan satu cara gila bagaimana pembeli bisa mengejar-ngejar penjual. Sebuah cara gila yang membuat rejeki datang menghampiri kita dan bukan kita yang susah payah mencari rejeki.
Jurus kedelapan, membiarkan kudeta. Dalam jurus ini, Ippho memberi cara gila membuat merek punya nilai komersial. Bahkan, pada taraf tertentu, membiarkan konsumen sendirilah yang ‘membajak’ merek tersebut. Menyitir gagasan kontroversial Alex Wipperfurth  dalam Brand Hijack: Marketing without Marketing. Baginya, merek adalah kanvas kosong. Konsumen dibiarkan mewarnainya. Bahkan, ‘membajak’ merek tersebut (brand hijack). Aplikasinya, bagaiman para pelanggan loyal membentuk sebuah komunitas merek dan mereka merekrut semakin banyak anggota lagi.







Jurus kesembilan, mewaspadai zaman Edan. Ippho menekankan pentingnya pandangan positif pada zaman yang berubah dengan cepat. Ia menangkap ada 5 tren bisnis kontemporer, yakni pursuit spirituality, social marketing, people power, pursuit of simplicity, dan positivity insurection. Pada saat ini, pebisnis pun mulai menggali inspirasi bisnis dari sumber-sumber spiritual. Pebisnis juga mulai memperhatikan isu-isu ekologi dan sosial kemasyarakatan dalam kebijakan bisnisnya. Konsumen punya daya pengaruh kuat. Konsumen menginginkan produk-produk yang mengusung kepraktisan. Para pebisnis mulai berfokus pada apa yang bisa dikendalikan di tengah dunia serba krisis ini.
Jurus kesepuluh, mati dengan tenang. Bisnis tidak hanya perkara mengeruk keuntungan. Ippho mengajak pebisnis untuk membuka diri pada kepedulian sosial dengan passion dan compassion. Intinya, bagaimana para pebisnis juga memerhatikan etika dalam bisnis. Berbisnis dengan hati (conscience)
    
c.       Keunggulan Buku
Keunggulan pada buku ini adalah mampu menyajikan ide-ide kreatuf dan bahkan kontroversial dalam satu sajian yang memudahkan para pembaca mampu mengambil ide-ide itu dalam satu rangkaian utuh.Apalagi penulis mampu memberi contoh kasus yang kontekstual.Gaya pemaparan yang sangat persoanl membuat para pebmbaca seperti berbincang-bincang dengan penulis.Juga buku ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi para pembaca, dan ingin melaksanakan segera apa yang telah dipaparkan  dalam buku ini.
                                                
d.      Kelemahan Buku
Kekurangan pada buku ini adalah penulis kurang menceritakan kekurangan dibalik segala ide-ide yang telah dipaparkan jika diterapankan pada binsis yang sesungguhnya. Penulis hanya menuliskan keunggulan atau manfaat positif segala ide-ide yang telah dipaparkan. Di sisi negatif menggunakan otak kanan kurang dituliskan dalam buku ini. Jadi, kita kurang tahu apa saja kekurangan yang ada pada otak kanan dalam hal meraih keajaiban.


5.Penutup Resensi
a.       Kesimpulan
Untuk maju dalam bisnis atau kegiatan apa pun, tidak jarang kita membutuhkan ide-ide sekaligus tindakan ‘gila.’ Kegilaan yang lepas dari kebiasaan,keseharian ataupun standar baku sebuah proses usaha. Tak jarang kemajuan diperoleh dari cara-cara yang tidak biasa. Nah, dalam bukunya berjudul 10 Jurus Terlarang (Kok Masih Mau Bisnis Cara Biasa?), Ippho Santosa mengajak para pebisnis berani mengeksplorasi langkah-langkah bisnis alternatif yang tidak monoton alias biasa-biasa saja.10 jurus yang Ippho tawarkan dalam buku ini menjadi semacam reminder bagi mereka yang mau dan sedang menjalani bisnis. Oleh karenanya, diperlukan inovasi, kreativitas, dan terobosan-terobosan baru dalam memutar roda bisnis bila tidak ingin bisnisnya berakhir dengan kehancuran atau pailit.
b.      Saran
Buku 1o Jurus terlarang  Buku Ippho Santosa ini adalah buku yang wajib di miliki bagi anda yang ingin sukses, ingin bahagia, ingin banyak rezeki, karna buku 10 jurus terlarang ini buku yang sangat luar biasa  dapat merubah cara berfikir kita dan akan kemana kita menjalankan bisnis ini.





  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar