1.Judul Resensi : “Langkah Gila Menjadi Pembisnis
Sukses”
2.Data Buku
a.
Judul
buku : “10 Jurus Terlarang! Kok Masih
mau Bisnis Cara Biasa?”
b.
Pengarang : Ippho Santosa
c.
Penerbit : PT.Elex Media Komputindo
d.
Tahun
Terbit : Juni 2007
e.
Tebal
Buku : 144 halaman
f.
Harga
Buku : Rp.35.000
3.Pendahuluan
Resensi
a.
Tentang
Pengarang
Setelah berkarir sebagai
marketer di Malaysia dan Indonesia,Kemudian Ippho Santosa mendirikan dam
menjalankan Enter Trend Training,di mana puluhan ribu orang dan ratusan
perusahaan di Indonesia dan Singapura
telah menjadi perserta pelatihan seminarnya.Kini,Publik dan media massa
mengenalnya sebagai:
·
Pakar
otak kanan
·
Penulis
buku-buku mega-best seller
·
Pembicara
seminar di Indonesia dan Singapura
·
Penerima
MURI Award
·
Pendiri
TK dan PG Khalifah
·
Kontributor
di Enter Trend, InspirAction, EntrepreneurUniversity, Entrepreneur Association,
Young Entrepreneur Academy, Universitas Internasional Batam, dan berbagai media
massa.
Ia
menulis belasan buku bisnis dan motivasi,yang mempengaruhi jutaan orang di
dalam dan luar negeri.Dua buku masing-masing ia tulis bersama dengan Tantowi
Yahya (2006) dan Aa Gym (2005).Bulu-bukunya yang paling laris,selalu
diseminarkan,dan menjadi seri otak kanan adalah:
·
13
Wasiat Terlarang! Dashyat dengan Otak Kanan
·
Marketing
Is Bullshit...Meledakkan Profit dengan Kreativitas dan Otak Kanan
·
Muhammad
Sebagai Pedagang :Akhirnya Terbongkar Juga Pelajaran-Pelajaran Tersenbunyi dari
Sang Khalifah tentang Otak Kanan,Entrepreneurship dan Kekayaan
·
7
Keajaiban Rezeki:Rezeki Bertambah Berubah Dalam Waktu 99 Hari Dengan Otak Kanan
(Masterpiece with 100% Money-Back Guarantee dan Bonus Langsung Rp.1.350.000)
4.Pembahasan Resensi
a.
Tentang
Buku
Buku
ke-7 dari sang penulis megabest-seller, Ippho Santosa, 10 Jurus
Terlarang! Kok Masih Mau Bisnis Cara Biasa?
b.
Sinopsis Buku
Jurus
pertama, memulai dengan yang kanan. Ippho mengajak pembaca memaksilkan peran
otak kanan. Pakar psikologi Daniel Goleman hemisfer otak kanan merupakan otak
emosional. Ini terkait dengan kecerdasan emosional (EQ) dan dekat dengan daya
intuitif, kreatif, dan ekstensif. Sementara, otak kiri merupakan otak
rasional yang memuat daya analisis, kalkulasi, dan perincian. Mayoritas orang
kuat otak kirinya. Sementara, mereka yang kuat otak kanannya boleh dibilang
minoritas. Justru di dalam suatu yang tidak mengikuti arus besar (mainstream)
inilah ‘kegilaan’ itu berada.
Seorang
pebisnis yang visioner berani menggunakan intuisinya.Sering terjadi
petunjuk-petunjuk bisnis di pasar tidak komplit. Intuisi sangat berperan di
sini. Selain itu, kreativitas menjadi penting. Guru pemasaran Philip Kotler
mengakui ampuhnya kreativitas dalam marketing jeniusnya. Terakhir, satu
kemampuan otak kanan adalah berpikir meluas. Seorang pebisnis butuh gambaran
meluas tentang bisnisnya, impiannya, dan visinya.
Jurus
kedua, keberanian memiliki impian dan mengeksekusinya dalam tindakan. Ippho
memaparkan beberapa teladan bisnis-bisnis maupun penemuan besar yang lahir dari
sebuah impian. Sebut saja Walt Disney dengan Disneyland, Einstein dengan Teori
Relativitasnya, Wright bersaudara dengan khayalan pesawat terbangnya. Tapi,
impian akan tinggal impian bila tidak ada aksi. Untuk itu, Ippho membuat
rumusan DNA, dream
and action.
Jurus
ketiga, terjun seperti rollercoaster.
Ippho mengajak orang menyiasati kegagalan. Pebisnis tidak akan maju jika tidak
berani gagal. Kegagalan itu bumbu dalam bisnis. Donald Thrump dan Robert
Kiyosaki pernah pailit. Tapi, mereka cukup ‘keras kepala’ untuk meratapi
kegagalan. Layaknya rollercoaster,
bisnis mereka harus kembali naik.
Jurus
keempat, berdamai dengan badai. Sering kali orang menemukan kelemahan dalam
bisnisnya dan ia cenderung memilih meratapi ketimbang bangkit. John Foppe,
seorang yang dilahirkan dalam keadaan tidak berlengan mampu mengatasi
kelemahannya. Ia mampu mengendarai mobil pada usia 16 tahun. Kini, ia populer
sebagai motivator kawakan di Zig Ziglar Corporation. Kuncinya tak lain adalah passion.
Jurus
kelima, duduk sama rendah. Semangat kebersamaan dan kerjasama tim jadi penting
dalam bisnis. Ippho menyebutnya dengan team in
love. Cinta (love) di sini diurai berdasarkan opini Sigmund Freud
yang membagi cinta dalam 4 unsur, yakni hormat (respect), perhatian (care),
tanggung jawab (responsibility), dan pengetahuan (knowledge).
Empat unsur ini penting dimiliki oleh seorang pebisnis.
Jurus
keenam, gantilah gelar dan jabatan. Personal
branding sangat
penting dalam membuka relasi bisnis. Caranya bisa sangat nyentrik. Ippho
memberi tips langkah gila membuat gelar. Termasuk langkah gila memanfaatkan dan
menebar kartu nama untuk membangun jejaring bisnis. Tom Peters berpendapat
kartu nama itu tak ubahnya seperti kemasan. Sedikit banyak dapat menentukan
apakah produk layak dipercaya atau tidak. Satu lagi, Ippho mengajak bagaimana
secara gila menyapa pelanggan agar bisa ‘terbuai’ pada tujuan bisnis kita.
Jurus
ketujuh, masuk surga paling dulu. Dengan judul lucu ini, Ippho mau mengajak
orang bermental pengusaha maupun pemimpin. Seorang pengusaha akan membuka
peluang kerja. Seorang pemimpin yang bijak akan menciptakan pemimpin di
bawahnya. Dengan begitu, pondasi bisnis akan semakin kokoh. Ippho juga
menawarkan satu cara gila bagaimana pembeli bisa mengejar-ngejar penjual.
Sebuah cara gila yang membuat rejeki datang menghampiri kita dan bukan kita
yang susah payah mencari rejeki.
Jurus
kedelapan, membiarkan kudeta. Dalam jurus ini, Ippho memberi cara gila membuat
merek punya nilai komersial. Bahkan, pada taraf tertentu, membiarkan konsumen
sendirilah yang ‘membajak’ merek tersebut. Menyitir gagasan kontroversial Alex
Wipperfurth dalam Brand
Hijack: Marketing without Marketing. Baginya, merek adalah kanvas
kosong. Konsumen dibiarkan mewarnainya. Bahkan, ‘membajak’ merek tersebut (brand
hijack). Aplikasinya, bagaiman para pelanggan loyal membentuk
sebuah komunitas merek dan mereka merekrut semakin banyak anggota lagi.
Jurus
kesembilan, mewaspadai zaman Edan. Ippho menekankan pentingnya pandangan
positif pada zaman yang berubah dengan cepat. Ia menangkap ada 5 tren bisnis
kontemporer, yakni pursuit
spirituality, social marketing, people
power, pursuit of simplicity, dan positivity insurection. Pada saat
ini, pebisnis pun mulai menggali inspirasi bisnis dari sumber-sumber
spiritual. Pebisnis juga mulai memperhatikan isu-isu ekologi dan sosial
kemasyarakatan dalam kebijakan bisnisnya. Konsumen punya daya pengaruh kuat.
Konsumen menginginkan produk-produk yang mengusung kepraktisan. Para pebisnis
mulai berfokus pada apa yang bisa dikendalikan di tengah dunia serba krisis
ini.
Jurus kesepuluh, mati dengan tenang. Bisnis tidak hanya perkara
mengeruk keuntungan. Ippho mengajak pebisnis untuk membuka diri pada kepedulian
sosial dengan passion dan compassion.
Intinya, bagaimana para pebisnis juga memerhatikan etika dalam bisnis.
Berbisnis dengan hati (conscience)
c.
Keunggulan Buku
Keunggulan pada buku ini adalah mampu menyajikan
ide-ide kreatuf dan bahkan kontroversial dalam satu sajian yang memudahkan para
pembaca mampu mengambil ide-ide itu dalam satu rangkaian utuh.Apalagi penulis
mampu memberi contoh kasus yang kontekstual.Gaya pemaparan yang sangat persoanl
membuat para pebmbaca seperti berbincang-bincang dengan penulis.Juga buku ini
dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi para pembaca, dan ingin melaksanakan
segera apa yang telah dipaparkan dalam
buku ini.
d.
Kelemahan Buku
Kekurangan pada buku ini adalah penulis kurang
menceritakan kekurangan dibalik segala ide-ide yang telah dipaparkan jika
diterapankan pada binsis yang sesungguhnya. Penulis hanya menuliskan keunggulan
atau manfaat positif segala ide-ide yang telah dipaparkan. Di sisi negatif
menggunakan otak kanan kurang dituliskan dalam buku ini. Jadi, kita kurang tahu
apa saja kekurangan yang ada pada otak kanan dalam hal meraih keajaiban.
5.Penutup Resensi
a.
Kesimpulan
Untuk maju
dalam bisnis atau kegiatan apa pun, tidak jarang kita membutuhkan ide-ide
sekaligus tindakan ‘gila.’ Kegilaan yang lepas dari kebiasaan,keseharian
ataupun standar baku sebuah proses usaha. Tak jarang kemajuan diperoleh dari
cara-cara yang tidak biasa. Nah, dalam bukunya berjudul 10 Jurus Terlarang (Kok Masih Mau Bisnis Cara
Biasa?), Ippho Santosa mengajak para pebisnis berani mengeksplorasi
langkah-langkah bisnis alternatif yang tidak monoton alias biasa-biasa saja.10
jurus yang Ippho tawarkan dalam buku ini menjadi semacam reminder bagi mereka yang mau dan sedang
menjalani bisnis. Oleh karenanya, diperlukan inovasi, kreativitas, dan
terobosan-terobosan baru dalam memutar roda bisnis bila tidak ingin bisnisnya
berakhir dengan kehancuran atau pailit.
b.
Saran
Buku 1o Jurus
terlarang Buku Ippho Santosa ini adalah buku yang wajib di miliki bagi
anda yang ingin sukses, ingin bahagia, ingin banyak rezeki, karna buku 10 jurus
terlarang ini buku yang sangat luar biasa dapat merubah cara berfikir
kita dan akan kemana kita menjalankan bisnis ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar